Friday, July 18, 2008

Nigella's Hot Cross Buns

Pagi hari saya kangen roti hot cross. Baunya yang wangi cengkeh dan pala kalau dihangatkan memenuhi ruang, dan kemudian diberi sedikit mentega cukuplah menjadi pengisi sarapan. Anehnya saya ngga menemui roti jenis ini di supermarket. Nampaknya memang bukan tradisi Amerika. Lebih terasa English seperti halnya scones dan minum teh seperti yang saya cerita disini.

Akhirnya saya ngepit ke Sunnyvale Library untuk pinjem bukunya mbak Nigella : The Feast. Kalau dari judulnya emang kliatan Cross Buns ini hanya dibuat untuk merayakan Good Friday atau sebelum Paskah. Senyatanya di Inggris, cross bun lebih ke konsumsi massal artinya ya ngga nunggu hari Paskah. Mirip dengan ketupat ngga mesti dimakan Lebaran kan?

Buku Nigella ini berisi berbagai resep sebagai bagian dari hidangan perayaan tertentu. Dari keagamaan, kelahiran hingga kematian. Sebuah konsep yang bagus banget, melihat sisi cooking sebagai tak terpisahkan dari lingkaran keseharian.

Resep ini tidak terlalu sukses saya coba. Karena saya ngga punya tepung untuk roti sehigga saya memakai tepung untuk scones. Saya juga menyimpan adonan kurang lama sehingga ngga menggembung dengan penuh. Hasilnya agak bantat dan keras. Sepertinya dengan kelembaban yang rendah disini, semua roti yang saya bikin dengan dry yeast jadi sekeras batu dalam tempo 1-2 hari :) Beda resep Nigella dengan yang lain adalah penggunaan cardamon (kapulaga). Walau tidak banyak tapi efek yang dihasilkan lebih berbau timur-tengah. Kalaupun ngga ada, tidak perlu dipaksakan. Kebetulan saya ada persediaan. Kapulaga syarat utama membuat pilau (pilaf, pilao) rice kesukaan kami.

Bau yang harum dari cengkeh, pala dan kayuwangi benar-benar saya nikmati. Saya masih penasaran ingin mencoba lagi.



Hot Cross Buns

Untuk adonan roti:
2/3 cup susu
1/2 stick mentega
zest (irisan kulit) dari 1 jeruk lemon
1 cengkeh
2 kapulaga (cardamon pods)
3 cups tepung untuk roti (saya memakai whole wheat flour)
1 pak active yeast (ragi bubuk) kering (1/4 oz)
3/4 cup macam2 buah kering (raisins)
1 tsp bubuk kayu manis
1/2 tsp bubuk pala (kalau bisa langsung parutan)
1/4 tsp bubuk jahe
1 telur

Untuk membasuh roti :
1 telur diacak dengan sedikit susu

Untuk membuat cross diatas roti :
3 tbsp tepung terigu all purpose
1/2 tbsp gula halus
2 tablespoons air

Untuk glazing gula :
1 tbsp gula halus
1 tbsp air mendidih

Panaskan susu, mentega, irisan kulit jeruk, cengkeh dan kapulaga dalam panci kecil hingga mentega mencair. Biarkan membaui.

Timbang tepung, ragi dan buah kering dalam mangkok besar lalu tambahkan bahan harum lainnya (kayumanis, jahe dan pala). Ketika susu diatas sudah mencapai suhu tubuh (tidak terlalu panas atau dingin) keluarkan biji cengkeh dan pala kemudian masukkan telur yang telah diacak. Tuang adonan cair ini ke dalam adonan kering.

Bentuk adonan roti menjadi elastik dan halus -jika perlu tambahkan sedikit susu hangat atay air. Kemudian jadikan bentuk bola dan masukkan dalam mangkok yang diberi mentega sebelumnya. Tutup dengan plastik dan biarkan di kulkas semalam (atau minimum 2 jam).

Panaskan oven dalam suhu 425 degrees. Keluarkan adonan dari kulkas dan biarkan hingga temperatur ruang.

Pukul adonan hingga kempes, bentuk kembali hingga halus dan gampang dibikin. Buat menjadi 16 bola dengan kulit yang terlihat halus.

Tempatkan di kertas roti dalam loyang datar. Jangan terlalu dekat atau jauh, tapi tidak saling bersentuhan. Dengan menggunakan pisau makan, buat jalur cross diatas roti. Tutup dengan serbet dapur bersih dan biarkan hingga 45menit agar adonan naik lagi.

Sapu permukaan roti dengan campuran telur dan susu kemudian membuat isian cross dengan tepung, gula dan air hingga menjadi adonan putih yang halus. Dengan sendok kecil, masukkan adonan putih ke dalam jejak cross yang dibuat tadi. Kemudian panggang sekitar 15-20 menit.

Ketika matang, keluarkan dari oven. Campur gula dengan air panas untuk membuat glazing. Sapukan di atas permukaan roti agar terlihat manis dan mengkilat.


Full version of English's recipe courtesy of Basil and Ginger.

2 comments:

Dwiana P said...

beautiful shot! I admire your art work, simple yet stunning with great lighting.

--ambar-- said...

dwiana : thanks, still exploring to get the best shot